[BEGIN TRANSMISSION]

Solipsisme

di ujung spion tahun,

wajahku: asing

wajahmu: puing

karena dogma

karena dogma

kita kunyah sarapan angka

kenyang data tapi busung jiwa.

angka dan jiwa bersetubuh

paksa melahirkan hamba

yang lupa cara membaca tanda tanya.


Pasar

pasar kaget demokrasi

jual beli ayat dan mayat

diskon moral obral akal

—siapa yang menawar?—

“aku!” teriak oligark

“aku!” bisik si pandir

mereka berebut ampas

di meja makan yang dirampas.

lihat, tuan badut berdasi

main akrobat di atas tali

pusat rakyat jatuh tidak terkendali

tidak cuma nurani yang retak

retak, meledak dan pabalatak.


Nadi

malam bukan untuk tidur malam untuk mengukur seberapa dalam kubur yang kita gali dengan jempol sendiri.

di layar kaca: nabi palsu di meja makan: piring berdebu istriku, jangan tanam ilmu di tanah sengketa ini tanamlah besi biar tumbuh jadi belati atau nyali atau nyali.

sebab mereka berkata yang punya kuasa tapi membonsai logikanya mesti kita tertawakan sampai gila.


Membatu

jika batu ini menggelinding turun jangan kau maki bukitnya jangan kau ludahi takdirnya kita dorong lagi kita dorong lagi.

bukan karena patuh tapi karena kita utuh menolak rubuh.

jika datang pembungkam bawa undang-undang hitam tiap gembok kita hantam kita hantam sampai malam paham: cahaya tak bisa dipadam.


Karat

di mimbar: nabi plastik berkotbah tentang detik tapi jam tangannya mati sudah mati sejak dia beli harga diri pakai janji yang basi.

lihat, tuan kursi itu berkaki nanah siapa duduk, pasti punah rasanya logikanya.

maka tahun ke tahun, jangan jadi umat yang manggut pada dewa yang penakut.

kita kunyah besi kita ludahkan sangsi biar mereka ngerti: karat tak bisa makan hati yang sudah jadi api.


Sunyi

kau geser layar: kanan aku geser layar: kiri mencari-cari, mencari-cari sepotong validasi di tumpukan jerami imitasi.

sendiri itu bukan sepi, nak sendiri itu strategi.

ketika sinyal mati kau justru hidup hirup hirup udara yang tak disaring oleh opini orang asing.

resolusiku sederhana: mematikan notifikasi dan menyalakan intuisi.


Balada Mesin

pagi buta kita diseret waktu masuk ke rahang mesin yang tak pernah bersin.

kau jadi mur aku jadi baut mengunci struktur yang semrawut.

mereka bilang: “kerja adalah ibadah” tapi upah cuma cukup buat beli lelah dan mungkin cukup untuk sedikit kuah.

hei, sekrup kecil jangan mau cuma berputar sekali-kali kau bergetar longgarkan ikatan bikin mesin itu gemetar biar tuannya sadar: tanpa kita istananya cuma rongsokan.


Hikayat Lidah

kabar burung beranak ular menjalar lewat kabel optik masuk ke bilik otak yang panik.

fakta: yatim piatu fiksi: punya seribu ibu.

orang-orang mabuk huruf saling lempar tafsir sampai bibir terbakar pasir.

tahun depan, aku tak mau jadi toa yang gema tanpa nyawa. aku mau jadi tanda tanya (?) yang bengkok tapi menohok jantung dusta yang tegak sok gagah.


Epitaf Pembangkang

hidup ini, kawan cuma antrean pendek menuju kamar mayat jangan kau isi dengan taat pada aturan yang sesat.

jika malaikat datang mengetuk jangan kau sedang merunduk menyembah patung atau menghitung untung.

jadilah bising di dunia yang memaksa hening. jadilah duri di daging tirani.

biar nanti di batu nisanmu tertulis: “di sini tidur seorang manusia yang berani, terjaga saat dunia pura-pura lupa nan sunyi.”

[END TRANSMISSION]
/// CONNECTION TERMINATED ///